Gus tf Tak Pernah Kubutuh Sebuah Telepon serupa telepon, aku berdering, "hallo, apa kabar?" perjamuan, dan kusalam-selami setiap yang diam. apa yang kau tangkap di seberang peristiwa? tanpa kabel- kabel, arus (kabar) itu tetap tembus membeningkan kayu dan daging. seperti yang kau tangkap dari serapan hujan, telingaku mendenging: doa siapa yang bercucuran? serupa telepon, semua berdering, "hallo apa kabar?" di matamu kabar itu jadi kabur, sekali waktu, di dadaku kabar itu jadi kubur. apa yang kau tangkap dari tambunnya (arus) suara saat bertemu jiwa yang budak? kubayangkan diriku telah keledai sebelum kerbau : dering telepon itu, entah untuk siapa dering telepon itu, jelas untuk manusia perjamuan, dan kusalam-selami setiap yang diam. tak kukenali majikan - diriku sendiri dalam kebisingan. bukan gemuruh suara hujan, tapi serapannya yang mesti kualirkan telepon itu berdering telingaku mendenging. telepon itu berdering, dindingmu bergeming dengar, doa siapa yang ... (serupa telepon; tapi aku tak perlu berdering. sebab kabar yang kuingin, senantiasa merayap dalam hening) (merak-Bakauheni, 1987-Jakarta, 1988)