Jejak Kamar Sunyi Sujud Kematian JEJAK bahkan debu pun tak pernah paham, kenapa ejjak-jejak itu selalu di situ. pohon-pohon juga selalu gagal memahami angin yang berhembus dari rohmu dan meniup-niup debu pada jendela seperti kita tak pernah paham, bahwa membakar kemarau tak akan melahirkan bara, melainkan bola-bola salju pada musim dingin kita berusaha menafsirkan hujan dengan deru dan gemuruh, atau petir dan guntur tidak dengan kabut yang seringkali turun ke ladang-ladang, bahkan hujan tak pernah kita pahami dengan kemarau persis seperti kita seringkali menangkap burung tetapi selalu lupa bahwa dari ekmarau dan gerimis, burung burung senantiasa menggaris cakrawala 1991