Puisi Ibunda Sejati Kasmani Dollah Malam Sering Menenggelami Hati Ku Sering Gunda Melanda Tanpa Restu Mu Purbanya Qur'an Illahi Adalah Kamu Ibunda Sejati Ada Surga Di Naluri Ku Bersama Kasih Mu Ibunda Pengorbanan BagaiKan Sabil Kekebalan Perjuangan Mu Tiada Terbanding Ibarat Menghunus Belati Dihujung Nafas Terakhir Ibunda Doa Yang Diiringi Tangisan Mu MenantiKan Gerbang Surga Untuk Ku Ku LafazKan Gurindan Kasih Ku Tanpa Kesalan Walau Pun Di Salib Nyawa Ibunda Walaupun Hempedu Yang Kau Jamah Bagaikan Madu Yang Kau Telan Jemarimu Membelaiku DiBuaian Tiada Akan Menggoncangkan DuniaKu Yang Kesepian Tiada Akan Kiamat Hati Dan NaluriKu Hanya Diri Mu Aku Merasa MengalirNya Darah MengalirKan Kasih MelahirKan Keinsafan Pada DiriKu Bila Senja Melabuh Pergi PastiKu Menanti Mu Di Pintu Kasih MengharapKan Setitis, Sejernih Kasih, Ibunda KauLah Sejati Musim KelabuMu Kasmani Dollah Musim KelabuMu Mengapa Sering MengganguKu Mengherdik Akan KelelakianKu Kau Berpidato Bagaikan Kelkatu Hanya Sandiwara Yang DiPersembah Hanya Boneka Yang Bisa MendengarkanNya Kulit Kulit Menari Nari DiAtas Pentas Bersama Dalang Yang Tua Ya, Musim KelabuMu Akan terus Berkelabu Menyinsing Sinaran Suria KegemilanganKu Sampai Bilakah? Musim KelabuMu Itu Membaluti Luka LukaKu KehangatanNya Tidak Pernah Ku IdamKan KelembutanNya Tidak Pernah Ku JanjiKan Senandong Dan Gurindam Sering Berteman Menyanyi Nyanyian Sepi Seorang Teruna Ku Kutip Sisa Sisa SepiNya Tangisan Ku Sisihkan Jeritan Kasih Bersama Nisan Hanya Menanti Musim Kelabumu Berlalu Kesepian Musim KelabuMu Kasmani Dollah Musim KelabuMu Mengapa Sering MengganguKu Mengherdik Akan KelelakianKu Kau Berpidato Bagaikan Kelkatu Hanya Sandiwara Yang DiPersembah Hanya Boneka Yang Bisa MendengarkanNya Kulit Kulit Menari Nari DiAtas Pentas Bersama Dalang Yang Tua Ya, Musim KelabuMu Akan terus Berkelabu Menyinsing Sinaran Suria KegemilanganKu Sampai Bilakah? Musim KelabuMu Itu Membaluti Luka LukaKu KehangatanNya Tidak Pernah Ku IdamKan KelembutanNya Tidak Pernah Ku JanjiKan Senandong Dan Gurindam Sering Berteman Menyanyi Nyanyian Sepi Seorang Teruna Ku Kutip Sisa Sisa SepiNya Tangisan Ku Sisihkan Jeritan Kasih Bersama Nisan Hanya Menanti Musim Kelabumu Berlalu Kesepian